SMARTAXATIONING.COM, Jakarta – Sri Mulyani Indrawati, Menteri Keuangan Republik Inodnesia, memastikan pencapaian target penerimaan perpajakan dalam RAPBN 2018 sebesar Rp 1.609,4 triliun akan dilakukan tanpa menimbulkan tekanan kepada pelaku ekonomi.

Dilansir dari antaranews.com, Sri Mulyani mengatakan, “Saat ini reformasi perpajakan dilaksanakan dengan fokus pada pengamanan target penerimaan tanpa membuat perekonomian dan pelaku ekonomi merasakan tekanan yang berlebihan.”

Sri Mulyani menyampaikan pandangan tersebut saat mewakili pemerintah dalam membacakan jawaban atas tanggapan fraksi-fraksi DPR terhadap Nota Keuangan dan RAPBN 2018.

Menkeu memahami bahwa penerimaan pajak terus mengalami kendala dan laju perlemahan dalam enam tahun terakhir. Sangat wajar jika menimbulkan kesan bahwa pencapaian target pendapatan negara pada 2018 terlalu optimistis.

Namun demikian, target penerimaan perpajakan dalam RAPBN 2018 masih cukup moderat dan sejalan dengan perkiraan pertumbuhan ekonomi, inflasi maupun upaya ekstra yang akan ditempuh.

Sri Mulyani mengakui masih terdapat risiko dari proyeksi penerimaan perpajakan tersebut yaitu tingkat realisasi pendapatan dari sektor pajak dan kepabeanan cukai yang bisa dicapai oleh pemerintah pada 2017.

Untuk itu, pemerintah akan berupaya keras agar target penerimaan pajak yang telah ditetapkan dalam APBNP 2017 sebesar Rp 1.472,7 triliun dapat tercapai semaksimal mungkin.

Selain itu, untuk optimalisasi pencapaian target pajak, pemerintah akan terus memperkuat basis perpajakan, dengan meningkatkan kapasitas teknologi informasi serta memperbarui data Wajib Pajak dengan memanfaatkan basis data hasil amnesti pajak.

Pemerintah juga akan mencegah praktik penghindaran pajak dan erosi pajak melalui implementasi kebijakan pertukaran data perbankan secara otomatis untuk kepentingan perpajakan atau Automatic Exchange of Information (AEoI).

Sumber: antaranews.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here