Warga Jakarta mungkin saja belum tahu adanya tarif baru pajak progesif bagi pemilik kendaraan bermotor lebih dari satu. Sejak Pemerintah DKI merilis Peraturan Daerah Nomor 2 tahun 2015 tentang Pajak Kendaraan Bermotor, yang sudah berlaku sejak tanggal 1 Juni 2015, maka nilai pajak kendaraan bermotor naik. Sebelum adanya revisi dari Perda Nomor 8 Tahun 2010, warga hanya boleh punya 4 kendaran dengan jenis yang sama. Namun sekarang bebas punya kendaraan sampai 17 jenis.

Dalam aturan revisi tersebut nilai pajak kendaraan bermotor bertambah naik karena alasan kemacetan di Jakarta belum beres juga. Dengan memakai tarif pajak progresif, kendaraan pertama kena pajak 2 persen, naik dari sebelumnya 1,5%. Kendaraan kedua 2,5 persen. Kendaraan ketiga ada penambahan 0,5 persen berturut-turut sampai kendaraan ketujuh belas yang dikenai pajak progresif 10 persen.

Warga Jakarta wajib tahu aturan soal pajak progresif kendaraan bermotor ini. Artinya jangan sampai jadi konsumen tidak paham terhadap hak dan kewajiban karena risikonya adalah rugi sendiri. Misalnya tiba-tiba kaget kena pajak progresif untuk kepemilikan sepeda motor kedua pas bayar pajak motor. Padahal di rumah motor cuma satu itu.

Selidik punya selidik, ternyata motor yang dijual setahun lalu masih atas nama kita. Belum dibalik nama oleh si pembeli. Jadi motor yang baru dibeli itu dihitung sebagai yang kedua. Artinya, pajak progresif berlaku buat tunggangan itu.

HA/dbs

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here