SMARTAXATIONING.COM, Jakarta – Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan memastikan bahwa sekarang lembaga keuangan bisa mendaftar sebagai pelapor dan nonpelapor data saldo rekening nasabah secara online.

Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas Ditjen Pajak, Hestu Yoga Saksama menyatakan bahwa Ditjen Pajak sudah membuat formulir elektronik (e-form) untuk pendaftaran lembaga keuangan, seperti perbankan, asuransi, koperasi, pasar modal, dan lainnya terkait wajib lapor saldo rekening nasabah. Begitu pula dengan portal pertukaran informasi atau Exchange of Information (EoI).

Hestu Yoga mengaku belum mengecek jumlah lembaga keuangan yang sudah mendaftar sebagai pelapor maupun nonpelapor untuk menyerahkan data saldo rekening nasabah secara manual. Hestu Yoga menegaskan, lembaga keuangan pelapor dan nonpelapor wajib mendaftarkan diri ke Ditjen Pajak dalam pelaksanaan akses informasi keuangan untuk kepentingan perpajakan.

Kewajiban ini sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 70/PMK.03/2017 tentang Petunjuk Teknis mengenai Akses Informasi Keuangan untuk Kepentingan Perpajakan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 73/PMK.03/2017 (“PMK”).

Selain itu, sesuai pula dengan Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-04/PJ/2018 tentang Tata Cara Pendaftaran bagi Lembaga Keuangan dan Penyampaian Laporan yang Berisi Informasi Keuangan secara Otomatis (“PER”).

“Untuk memberikan waktu pendaftaran diri yang cukup bagi lembaga keuangan pelapor dan nonpelapor, maka batas waktu bisa dilakukan sampai akhir Maret 2018,” jelasnya.

Itu artinya, Ditjen Pajak memperpanjang batas waktu pendaftaran lembaga keuangan dalam mendaftarkan diri terkait aturan wajib lapor saldo nasabah domestik di atas Rp 1 miliar. Sebelumnya, pendaftaran berakhir pada 28 Februari 2018.

Hestu Yoga beralasan, perpanjangan waktu ini untuk memberikan kesempatan kepada lembaga keuangan di seluruh Indonesia.

Hestu Yoga mengatakan, para petugas Ditjen Pajak di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) akan bergerak mengidentifikasi lembaga keuangan di wilayahnya masing-masing dan meminta mereka segera mendaftar ke Ditjen Pajak.

Sumber: liputan6.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here