SMARTAXATIONING.COM, Jakarta, — Hingga November lalu, pemerintah baru mengoleksi penerimaan pajak Rp 983,54 triliun atau hanya 76,63 persen dari target. Realisasi penerimaan pajak tahun ini dipastikan meleset.

Robert Pakpahan menyatakan, meski target penerimaan pajak meleset, APBN diperkirakan tetap aman. ’’Outlook defisit sesuai dengan prediksi di angka 2,6–2,7 persen (dari produk domestik bruto),’’ ujarnya.

Dia optimistis realisasi penerimaan pajak pada Desember akan melonjak jika dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya. Sebab, pengeluaran pemerintah umumnya sangat besar di akhir tahun. Belanja pemerintah itu bakal mendorong aktivitas ekonomi yang berujung pada penerimaan pajak. ’’Jadi, kita harapkan Desember memberikan kontribusi yang tinggi,’’ tuturnya.

Robert menjelaskan tidak ada upaya khusus dari Ditjen Pajak untuk menggenjot penerimaan pada akhir tahun ini. Pihaknya hanya berusaha meningkatkan kualitas dari upaya ekstensifikasi dan intensifikasi yang sudah dilakukan sepanjang tahun ini.

Dia memaparkan, meski diprediksi target tidak tercapai, kinerja penerimaan pajak tahun ini lebih baik daripada tahun sebelumnya.

Dia menyebutkan bahwa realisasi penerimaan pajak per 30 November 2017 ini mengalami pertumbuhan 2,38 persen bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Jika tahun ini secara persentase sudah mencapai 76,63 persen dari target, realisasi penerimaan pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 70,89 persen atau Rp 960 triliun.

Realisasi penerimaan pajak per November itu terdiri atas penerimaan pajak penghasilan (PPh) Rp 561,28 triliun, kemudian pajak pertambahan nilai (PPN) dan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) Rp 401,53 triliun; pajak bumi dan bangunan (PBB) Rp 14,63 triliun; dan pajak lainnya Rp 6,09 triliun.

Dari perincian tersebut, PPh menurun kalau dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 587 triliun. Namun, penerimaan PPh tahun lalu ditopang adanya program tax amnesty yang menyumbang sekitar Rp 100 triliun.

Sementara PPN juga tumbuh. Sebagian juga menggambarkan tambahan basis PPN akibat tax amnesty. Jadi, secara overall, kinerja penerimaan cukup menggembirakan pada akhir November.

Pakar perpajakan Yustinus Prastowo mengakui, target penerimaan pajak tahun ini memang sulit tercapai. Pihaknya memproyeksikan penerimaan pajak hingga akhir tahun bisa menyentuh 89–92 persen dari target dalam APBNP 2017 yang sebesar Rp 1.283,6 triliun.

’’Artinya, target memang tidak akan tercapai meski secara nominal tetap ada kenaikan. Tetapi, pertumbuhannya tidak cukup menunjang kebutuhan yang ada,’’ terangnya.

Sumber: jawapos.com
Gambar: googleimages

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here