Ketua Umum Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia Yukki Nugrahawan Hanafi mengatakan kontribusi pajak sektor jasa kurir dan pergudangan tumbuh mencapai dua digit. Industri offline sudah bergeser ke online sehingga kegiatan transaksi gudang dan kurir sebagai penunjang transaksi online berkembang pesat.

Oleh karena itu, wajar jika berdampak positif terhadap pemasukan pajak final kegiatan usaha pergudangan serta kurir. Dia menerangkan industri layanan pergudangan untuk transaksi dagang-el yang dikenal sebagai fullfilment warehouse memang tumbuh pesat, yang diiringi dengan kegiatan last mile delivery yang juga makin luas kegiatannya.

Hal ini menyebabkan adanya perubahan dan akan terus berubah karena barang yang ada sekarang masih produk-produk tersier. Ke depan trennya mengarah kepada produk sekunder dan pada akhirnya primer. “Hal ini sudah terjadi di AS. Jadi, apa yang disampaikan Kemenkeu benar. Kalau istilah kami dari pasar tradisional ke pasar moderen,” ucapnya.

Data Kementerian Keuangan menunjukkan realisasi kontribusi pajak dari industri jasa kurir sampai dengan Oktober 2017 telah mencapai Rp 224,97 miliar atau tumbuh 35,58 persen. Sedangkan untuk pergudangan mencapai Rp 522,27 miliar atau tumbuh 16,85 persen.

HA/dbs

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here