Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informasi masih menggodok aturan untuk menarik pajak perusahaan digital raksasa berbasis internet, salah satunya Google. Ditargetkan aturan tersebut keluar pada kuartal I-2018. Nantinya proses pembayaran pajak Google akan dijadikan acuan untuk penarikan pajak OTT lainnya seperti Facebook, Instagram, dan Twitter.

“Saya harus bicarakan satu item lagi berkaitan dengan pajak. karena ada OTT international besar yang sudah mulai memproses pembayaran pajak yang besar dan itu akan kami cari kami jadikan contoh sebagai kebijakan,” kata Menteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara di Gedung Bursa Efek Indonesia, Rabu (17/1).

Rudiantara berharap, jika urusan dengan perusahaan digital raksasa tersebut selesai, maka perusahaan lain akan ikut terdorong untuk membayar pajak. Meski demikian, dia enggan menyebutkan angka besaran pajak yang harus dibayar perusahaan OTT tersebut. Hanya saja belum bisa disclose apalagi angkanya, angka kan ada UU perpajakan. Rahasia. Menurutnya, jumlah tunggakan pajak yang dibayar perusahaan itu cukup besar. “Sudah membayar pajak cukup signifikan. Artinya nilainya cukup material dan ini akan kami jadikan sebagai template dari penyelesaian pajak OTT di Indonesia,” ujarnya.

HA/dbs

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here