Dalam melaporkan SPT tahunan orang pribadi dibedakan menjadi tiga formulir yaitu pertama formulir SPT 1770 SS, kedua formulir SPT 1770S, dan ketiga formulir SPT 1770. Dari ketiga formulir tersebut memilki perbedaan, perbedaan yang muncul berdasarkan jenis penghasilan dari para wajib pajak itu sendiri. Berikut ini akan kita bicarakan mengenai perbedaan dari ketiga formulir tersebut.

1.Pertama adalah formulir 1770SS formulir ini digunakan bagi WP yang mendapatkan pendapatan dari satu pemberi kerja saja, memiliki penghasilan maksimal Rp. 60.000.000 yang masih kotor dalam waktu satu tahun, dan tidak ada tambahan penghasilan lain hanya satu pekerjaan saja ditambah dengan penghasilan bunga bank ataupun bunga dari koperasi atau deposito. Formulir 1770ss ini merupakan formulir yang paling sederhana karena hanya dilampiri satu lembar formulir yaitu formulir 1721 A1. Formulir ini juga merupakan formulir yang paling banyak digunakan para wajib pajak karena sebagian besar masyarakat bekerja hanya pada satu pemberi kerja saja serta penghasilan mereka dalam waktu satu tahun kurang dari Rp. 60.000.000

2. Kedua Formulir 1770S jenis formulir ini digunakan Untuk pegawai/karyawan yang penghasilan brutonya atau diatas Rp.60.000.000 setahun. Untuk melihat penghasilan bruto setahun anda silahkan minta kepada bendahara kantor anda bukti potong 1721-A1 untuk karyawan swasta dan 1721-A2 untuk Pegawai negeri sipil. SPT 1770S digunakan hanya untuk pegawai yang penghasilannya dari 2 atau lebih pemberi kerja dalam setahun. Seperti yang dijelaskan tadi walaupun penghasilan bruto dibawah Rp.60.000.000 setahun tetapi jika kamu bekerja di dua atau lebih perusahaan berbeda dalam setahun tetap harus menggunakan formulir 1770S Formulir 1770s terdiri dari 2 lampiran untuk dilengkapi yaitu data penghasilan, bukti potong , harta , anggota keluarga dll.

3. Ketiga formulir SPT 1770 ini digunakan bagi wajib pajak yang penghasilannya dari Usaha atau Pekerjaan Bebas (Seseorang yang mempunyai keahlian khusus untuk memperoleh penghasilan tanpa ada ikatan kerja, contoh : Dokter, Notaris, Konsultan dll ) ,Bekerja lebih dari satu pemberi kerja, Penghasilan yang dikenakan PPh Final atau Bersifat Final, Penghasilan dalam negeri lainnnya (Bunga , Royalti, Penghasilan dari selisih kurs mata uang, penghasilan dari anak wajib pajak yang belum dewasa dll) atau Penghasilan dari Luar negeri.

SPT 1770 mengakomodir Wajib Pajak yang mempunyai banyak jenis penghasilan baik itu Penghasilan dari Pegawai Tetap, Dari Pekerjaan Bebas, Honor dan Penghasilan dalam negeri lainnya.

Contoh : Dokter yang merupakan pegawai tetap dari Rumah Sakit A membuka praktek sendiri di rumahnya, mendapat Honor sebagai Dosen di Universitas B mendapat bunga deposito mempunyai anak yang berprofesi sebagai artis cilik yang mendapat honor atas nama ayahnya. Namun SPT 1770 ini juga dapat digunakan untuk Wajib Pajak yang tidak bekerja sama sekali atau penghasilan nihil. Cukup dengan mengisi identitas nama, npwp namun dikolom penghasilan cukup diisi angka 0 dan melampirkan surat pernyataan diatas materai bahwasanya wajib pajak yang bersangkutan memang benar-benar tidak mempunyai penghasilan sama sekali di Tahun Pajak yang dilaporkan.

By:Paulus Presby Ely Halawa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here